MamujuSulbar

Peduli Terumbu Karang, Mahasiswa Prodi MSDP Unimaju Lakukan Monitoring Transplantasi Karang di Pulau Karampuang

447
×

Peduli Terumbu Karang, Mahasiswa Prodi MSDP Unimaju Lakukan Monitoring Transplantasi Karang di Pulau Karampuang

Sebarkan artikel ini

Mamuju, RelasiPublik.id – Mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSDP), Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju), melaksanakan kegiatan monitoring transplantasi karang di perairan Pulau Karampuang, Senin (6/10/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan fragmen karang yang telah ditransplantasi dapat tumbuh dengan baik, sekaligus meningkatkan pemahaman dan keterlibatan mahasiswa dalam upaya pelestarian ekosistem laut.

Monitoring dilakukan terhadap struktur transplantasi yang sebelumnya ditanam oleh tim dosen dan mahasiswa. Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan pengukuran pertumbuhan karang, identifikasi jenis karang yang berhasil bertahan, serta dokumentasi visual untuk mendukung data penelitian jangka panjang.

Dosen Prodi MSDP Unimaju, Arwin, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya bagian dari kurikulum, tetapi juga merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menjaga ekosistem laut.

“Kami ingin membentuk mahasiswa yang tidak hanya paham teori, tapi juga aktif turun langsung ke lapangan, melihat kondisi ekosistem, dan melakukan aksi nyata,” ujarnya.

Pulau Karampuang dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi dan merupakan salah satu lokasi strategis dalam program rehabilitasi terumbu karang di Sulawesi Barat.

Kegiatan ini juga melibatkan komunitas lokal dan nelayan setempat yang telah berpartisipasi sejak tahap awal transplantasi karang.

Ketua Himpunan Prodi MSDP, Muh. Gufran, menyatakan antusiasmenya dalam menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang di Pulau Karampuang.

“Kegiatan ini memberi kami pengalaman langsung yang sangat berharga. Kami jadi lebih paham pentingnya menjaga ekosistem laut, terutama karang yang menjadi rumah bagi banyak biota laut,” katanya.

Diharapkan, hasil monitoring ini dapat menjadi dasar evaluasi efektivitas transplantasi karang serta mendorong pengembangan program konservasi berbasis masyarakat di wilayah pesisir.

(Hl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *