Mamuju, RelasiPublik.id — Petani semangka di Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, mengaku kecewa akibat tidak jelasnya pasar untuk hasil panen mereka.
Ketidakpastian ini membuat harga semangka di tingkat petani anjlok, sementara biaya produksi yang dikeluarkan cukup besar.
Sejumlah petani mengungkapkan, sejak awal musim tanam mereka berharap panen tahun ini dapat memberi keuntungan.
“Namun, minimnya pembeli dan tidak adanya penampung tetap membuat hasil panen menumpuk di kebun”, Kata zul Kamis (30/10).
Para petani berharap pemerintah daerah dapat turun tangan membantu mencarikan solusi, seperti membuka akses pasar ke luar daerah atau menyalurkan hasil panen melalui koperasi tani.
“Kalau tidak ada perhatian dari pemerintah, kami bisa rugi besar. Banyak petani mungkin tidak akan tanam semangka lagi musim depan,” ungkapnya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Mamuju dan Sulbar belum memberikan tanggapan resmi terkait persoalan yang dialami para petani semangka di Tapalang Barat.
(Hl)













