MamujuSulbar

Proyek Air Bersih Dinilai Gagal Total, Mahasiswa Sulbar dan Masyarakat Demo PUPR Mamuju

171
×

Proyek Air Bersih Dinilai Gagal Total, Mahasiswa Sulbar dan Masyarakat Demo PUPR Mamuju

Sebarkan artikel ini

Mamuju, RelasiPublik.id — Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKordia) tahun 2025, Aliansi Mahasiswa Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mamuju, Jalan Martadinata, pada Selasa (9/12/2025).

Kehadiran massa aksi, yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat, mempertanyakan sejumlah proyek sarana air bersih di beberapa desa di Kabupaten Mamuju.di mana Proyek-proyek tersebut dinilai gagal fungsi karena air tak kunjung mengalir, tidak sesuai apa yang di harapkan masyarakat desa setempat.

Massa aksi secara bergantian menyampaikan orasinya di depan kantor Dinas PUPR Mamuju.

Namun, sangat disayangkan, tak satupun pejabat di lingkup Dinas PUPR yang bersedia menemui massa aksi.

Ketidakhadiran Kepala Dinas PUPR untuk menemui warga dan mahasiswa menuai kekecewaan.

Massa ingin mempertanyakan proses pencairan proyek air bersih yang diduga dikerjakan secara asal-asalan oleh pihak kontraktor, namun dananya bisa cair 100 persen.

“Kita sangat kecewa terhadap Kepala Dinas PUPR yang tidak ingin menemui massa aksi. Bagaimana bisa dana cair 100 persen, sementara pekerjaannya tidak memiliki asas manfaat sama sekali bagi masyarakat?” ucap Darwin, salah satu orator.

Lebih lanjut, Darwin menilai bahwa anggaran miliaran rupiah yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten Mamuju untuk proyek air bersih menjadi sia-sia karena dikerjakan asal-asalan oleh pihak rekanan yang diduga bersengkokol dengan pihak dinas.

“Kami menduga ada persekongkolan antara pihak Dinas PUPR dengan pihak kontraktor air bersih ini. Semua pekerjaan polanya sama: setelah di PHO (Provisional Hand Over), airnya tidak mengalir,” tegasnya.

Koordinator lapangan (Korlap) aksi menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat yang sudah berharap mendapatkan akses air bersih, namun kenyataannya tidak sesuai harapan.

Darwin menegaskan, proyek air bersih dari tahun 2022 hingga 2025 yang total anggarannya mencapai miliaran rupiah akan dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) untuk diaudit dan diperiksa secara khusus.

Diketahui, beberapa proyek air bersih di desa-desa seperti Tanete Pao, Orobatu, Pati’di, Lebani, Ahu, dan Tapandullu, mendapat sorotan tajam dari warga setempat karena airnya tidak pernah mengalir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PUPR belum memberikan keterangan resmi terkait proyek air bersih tersebut. Upaya reporter media ini untuk menghubungi pihak dinas melalui sambungan telepon hanya diabaikan.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *