Mamuju, RelasiPublik.id — Komitmen dalam menjaga keberlanjutan pemenuhan gizi terus ditunjukkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Manakarra Membangun Generasi di Kabupaten Mamuju.
Di tengah suasana libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru), ketika sebagian besar aktivitas layanan publik mengalami penyesuaian bahkan penghentian sementara, SPPG Yayasan Manakarra justru memastikan operasional tetap berjalan tanpa libur.
Keputusan tersebut diambil sebagai langkah strategis untuk menjamin kebutuhan gizi anak sekolah yang masih ada aktivitas di sekolah pada masa libur
Kepala SPPG Yayasan Manakarra Membangun Generasi, Adelia Noviyanti Ahmad, menjelaskan bahwa pelayanan MBG selama masa libur sekolah difokuskan siswa yang masih melakukan aktivitas disekolah.
“Pelayanan tetap kami lakukan untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi yang seimbang, khususnya bagi peserta didik di SMA Negeri 1 Mamuju, SD Negeri 1 Mamuju, serta RA Perwanida yang masih melakukan aktivitas di sekolah,” jelas Adelia.
Ia menambahkan, keputusan untuk tetap beroperasi tanpa libur merupakan bentuk tanggung jawab SPPG dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Menurutnya, asupan gizi yang terjaga secara konsisten sangat berpengaruh terhadap kesehatan, konsentrasi, dan aktivitas belajar peserta didik, meskipun kegiatan sekolah tidak berjalan secara penuh seperti hari normal.
“Pemenuhan gizi tidak mengenal hari libur. Selama anak-anak masih beraktivitas, maka kebutuhan gizinya harus tetap terpenuhi,” tegasnya.
SPPG Yayasan Manakarra berharap, keberlanjutan layanan ini dapat memberikan dampak positif bagi peserta didik sekaligus menjadi contoh komitmen pelayanan sosial yang berorientasi pada kepentingan terbaik anak, khususnya di Kabupaten Mamuju.













