MamujuSulbar

Dari Dapur UMKM ke Meja Siswa: SPPG Binanga Mamuju Bangkitkan Usaha Tahu Tempe Lokal

52
×

Dari Dapur UMKM ke Meja Siswa: SPPG Binanga Mamuju Bangkitkan Usaha Tahu Tempe Lokal

Sebarkan artikel ini

Mamuju, RelasiPublik.id — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Binanga Mamuju terus menunjukkan perannya tidak hanya sebagai penyedia makanan bergizi bagi siswa, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Di balik sajian tahu dan tempe yang tampak cantik, segar, dan tersaji dengan standar kualitas tinggi di meja makan para siswa, terdapat kerja keras tangan-tangan terampil para pelaku UMKM lokal.

Setiap hari, mereka bekerja sejak pagi hingga sore untuk memastikan bahan pangan yang dikirimkan ke SPPG Binanga tetap terjaga kualitas dan kebersihannya.

Salah satu UMKM yang merasakan langsung dampak positif kehadiran SPPG Binanga Mamuju adalah Tahu dan Tempe Santoso Jaya.

Usaha ini telah berdiri sejak tahun 1999 dan menjadi salah satu produsen tahu dan tempe yang cukup lama bertahan di Kabupaten Mamuju.

Pemilik UMKM Tahu dan Tempe Santoso Jaya mengungkapkan bahwa kerja sama dengan SPPG Binanga memberikan peluang besar bagi peningkatan produksi usahanya.

“Untuk kebutuhan di SPPG Binanga sendiri, kami mendistribusikan tahu sekitar 60 kilogram dan tempe kurang lebih 25 kilogram setiap hari,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan permintaan tersebut mendorong usaha miliknya untuk lebih disiplin dalam menjaga kualitas produk.

Bahan baku utama seperti kedelai, kata dia, masih didatangkan dari Makassar guna memastikan mutu tahu dan tempe yang dihasilkan tetap konsisten dan sesuai standar gizi.

“Kualitas bahan baku menjadi prioritas utama kami, karena produk ini dikonsumsi langsung oleh anak-anak sekolah,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kehadiran SPPG Binanga Mamuju membawa dampak signifikan bagi perkembangan usaha.

Produksi yang sebelumnya berskala terbatas kini meningkat seiring dengan kebutuhan pasokan yang rutin dan berkelanjutan.

Tidak hanya itu, peningkatan produksi juga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja lokal. Jumlah karyawan yang sebelumnya terbatas kini bertambah, sehingga membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.

“Karyawan kami bertambah seiring dengan meningkatnya produksi sejak bekerja sama dengan SPPG Binanga,” tuturnya.

Kehadiran SPPG Binanga Mamuju dinilai menjadi contoh konkret sinergi antara program pemenuhan gizi dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Melalui kemitraan dengan UMKM, SPPG tidak hanya memastikan kebutuhan gizi siswa terpenuhi, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha kecil agar semakin mandiri dan berkelanjutan.

Dengan pola kerja sama seperti ini, SPPG Binanga Mamuju diharapkan terus menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan gizi generasi muda, sekaligus penguatan ekonomi masyarakat lokal di Kabupaten Mamuju.

(Hl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *