MAMUJU, RelasiPublik.id — Warga Desa Salletto, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk subsidi untuk tanaman kakao. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan petani dalam memenuhi kebutuhan pupuk untuk menjaga produktivitas tanaman mereka.
Salah seorang warga Desa Salletto mengungkapkan, dirinya sempat mendatangi penyalur pupuk subsidi H. Muis pada pekan lalu untuk membeli pupuk yang biasa digunakan petani kakao, yakni NPK Pelangi. Namun, pupuk yang dibutuhkan tersebut tidak tersedia.
“Pekan lalu saya mau beli pupuk di penyalur H. Muis, tetapi tidak ada pupuk subsidi untuk petani kakao yang biasa diberikan, yaitu NPK Pelangi. Yang ada hanya pupuk untuk petani jagung jenis Ponska,” ungkap warga Desa Salletto berinisial A melalui WhatsApp, Senin (10/8/2026).
Menurut informasi yang diterima petani, pupuk subsidi jenis NPK Pelangi untuk tanaman kakao terakhir kali masuk pada April 2026. Setelah itu, hingga saat ini belum ada lagi pasokan yang diterima penyalur.
Kondisi tersebut membuat petani kakao di Desa Salletto kesulitan memperoleh pupuk subsidi. Mereka berharap pemerintah melalui dinas terkait segera memastikan ketersediaan dan penyaluran pupuk subsidi bagi petani kakao di wilayah tersebut.
Petani menilai ketersediaan pupuk sangat penting untuk mendukung perawatan tanaman kakao, terlebih bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor perkebunan.
“Kami meminta kepada Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat, dan Dinas Pertanian Kabupaten Mamuju agar bisa menyalurkan pupuk subsidi kepada petani kakao, khususnya di Desa Salletto. Kondisi di lapangan saat ini petani tidak bisa membeli pupuk subsidi karena pupuk yang dibutuhkan tidak tersedia di distributor,” harapnya.
Petani berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian dari pemerintah daerah dan pihak terkait agar distribusi pupuk subsidi dapat kembali berjalan dan kebutuhan petani kakao di Desa Salletto dapat terpenuhi.
Selain itu, petani juga berharap adanya kejelasan mengenai jadwal dan kuota penyaluran pupuk subsidi, sehingga mereka tidak lagi kesulitan mendapatkan pupuk ketika dibutuhkan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai persoalan tersebut.
(Hl)













