Mamuju, RelasiPublik.id — Momen bersejarah terjadi bagi para guru agama PNS daerah. Setelah bertahun-tahun menanti dalam ketidakpastian, akhirnya hak mereka atas Tunjangan Profesi Guru (TPG) THR dan Gaji ke-13 resmi akan dibayarkan.
Langkah monumental ini diambil di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Dr. Suhardi Duka, MM, yang kembali menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan tenaga pendidik di wilayahnya.
Ketua MGMP PAI Kabupaten Mamuju, Jasriani, menyambut keputusan tersebut dengan penuh rasa syukur.
“Pastinya sangat bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, khususnya Bapak Gubernur yang telah merespon dengan baik keluhan sekaligus curhatan dari guru PAI,” ujar Jasriani, Jumat (16/5/2025).
Kebijakan ini menjadi bukti nyata kepedulian Gubernur Sulbar SDK yang terus mendorong kemajuan sektor pendidikan di Sulawesi Barat.
“Selain itu, SDK juga menunjukkan dukungan penuh terhadap organisasi profesi guru seperti Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), yang selama ini menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan,” Tambah jasriani, yang juga sebagai pengurus IGI wilayah Sulbar.
Sementara itu, Ketua IGI Sulbar, Sutikno, turut menyampaikan apresiasi tinggi atas kepercayaan yang diberikan kepada IGI Sulbar.
“Bagi kami, ini adalah era baru bagi dunia pendidikan. Pemimpin tertinggi di Sulbar memberikan kesempatan dan ruang bagi guru-guru untuk bertumbuh, bukan sekadar melalui retorika, tetapi dengan komitmen dan dukungan nyata,” tuturnya.
Menurut Sutikno, keberadaan IGI dan PGRI di Sulbar mencerminkan tumbuhnya demokrasi sehat di kalangan tenaga pendidik.
Hal ini menunjukkan bahwa Dr. Suhardi Duka, MM adalah pemimpin yang demokratis dan menghargai partisipasi aktif komunitas pendidikan.
“Kami sangat bahagia. Semoga kami dapat meneladani sikap, komitmen, dan pemikiran maju Pak SDK untuk terus mendorong pendidikan yang berkualitas,” tutupnya.
Keputusan ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di Sulawesi Barat. Lebih dari sekadar pembayaran hak, hal ini merupakan simbol bahwa perhatian terhadap guru adalah investasi terbaik dalam membangun masa depan generasi bangsa.
(Hl)













