MamujuSulbar

Dinkes Sulbar Gelar Visitasi di RS Mitra Manakarra: Pastikan Kualitas Layanan ICU dan Ruang Intensif

260
×

Dinkes Sulbar Gelar Visitasi di RS Mitra Manakarra: Pastikan Kualitas Layanan ICU dan Ruang Intensif

Sebarkan artikel ini

Mamuju, RelasiPublik.id — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan visitasi dan monitoring evaluasi (monev) di RS Mitra Manakarra, Mamuju, pada Senin, 30 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Dinkes Sulbar dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan dan mendukung misi ketiga Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (SDK-JSM), yaitu membangun Sumber Daya Manusia yang unggul dan berkarakter melalui perluasan akses layanan kesehatan.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, Asran Masdy, bersama tim teknis dari Bidang Pelayanan Kesehatan. Mereka didampingi oleh Direktur RS Mitra Manakarra, Nexriana, dalam melakukan pengecekan lapangan terhadap kondisi ruang perawatan intensif seperti ICU, ICCU, dan RICU, termasuk jumlah tempat tidur dan alat kesehatan pendukung seperti ventilator.

“Visitasi ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan bahwa rumah sakit tidak hanya memenuhi kelengkapan administratif, tetapi juga benar-benar siap memberikan layanan berkualitas dan menyelamatkan nyawa,” ujar Asran Masdy.

Kegiatan ini menjadi bagian dari tindak lanjut hasil reviu nasional terkait penyesuaian kelas rumah sakit, yang mengacu pada standar pelayanan Kementerian Kesehatan, termasuk rasio minimal 10% tempat tidur intensif dari total kapasitas tempat tidur rumah sakit.

Berdasarkan data RS Online per 28 Juni 2025 pukul 20.00 WITA, RS Mitra Manakarra masih memerlukan penyesuaian fasilitas intensif agar sesuai dengan regulasi Kemenkes. Oleh karena itu, Dinkes Sulbar melakukan:

1. Pemutakhiran data sarana dan prasarana rumah sakit secara berkala melalui aplikasi RS Online.

2. Verifikasi dan pendampingan teknis untuk memastikan kebutuhan tempat tidur dan fasilitas intensif terpenuhi.

3. Pelaporan hasil evaluasi kepada Gubernur Sulbar sebagai dasar koordinasi lanjutan ke Kementerian Kesehatan.

“Kami ingin memastikan layanan kesehatan di Sulbar tidak hanya layak secara administratif, tetapi juga bermartabat dan menyelamatkan nyawa. Ini bagian dari persiapan menuju akreditasi rumah sakit tahun 2025,” tegasnya.

Dinkes Sulbar menyatakan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan, monitoring, dan evaluasi terhadap seluruh rumah sakit di wilayahnya. Hal ini diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu dan akses layanan kesehatan yang aman, layak, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Sulbar.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *