Mamuju, RelasiPublik.id — Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Barat menggelar rapat koordinasi bersama Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) se-Sulawesi Barat.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyinkronkan program angkutan laut perintis dan tol laut, serta menyusun perencanaan sektor transportasi laut untuk tahun 2026.
Rapat koordinasi ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulawesi Barat tahun 2025–2029 dan Menyelaraskan program Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar SDK-JSM.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Barat, Amir A. Dado, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sinkronisasi ini penting agar program angkutan laut yang dijalankan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan daerah, terutama wilayah-wilayah terpencil yang bergantung pada konektivitas laut.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh program transportasi laut, baik angkutan perintis, berjalan searah dengan visi misi pembangunan daerah. Dengan sinergi yang kuat antar instansi, kita bisa wujudkan transportasi yang andal dan merata di Sulawesi Barat,” kata Amir A. Dado, Senin (4/8).
Lebih lanjut, Amir menyampaikan bahwa untuk program tol laut, pihaknya akan mengusulkan pelaksanaannya mulai tahun depan.
“Namun, ia menegaskan bahwa kesiapan Pemda sangat diperlukan, khususnya dalam memastikan adanya komoditas unggulan yang bisa diangkut oleh kapal tol laut nantinya,” ungkapnya.
Selain sinkronisasi program, rapat ini juga membahas sejumlah tantangan serta mengevaluasi pelaksanaan program angkutan laut sebelumnya. Masukan dari masing-masing UPP dikumpulkan sebagai bahan penyusunan rencana strategis Dishub Sulbar tahun 2026.
Dalam rapat tersebut, Amir A. Dado turut didampingi oleh Plt. Kepala
Bidang Pelayaran Arman dan dihadiri
Kepala UPP Mamuju, perwakilan dari UPP Tanjung Silopo Kabupaten Polewali Mandar, UPP Majene, UPP Belang-Belang, Supervisor ASDP Cabang Mamuju, Plt. Kabid Pelayaran, serta seluruh jajaran di bidang pelayanan transportasi laut.
(Hl)













