Sulteng

Pemda Banggai Kepulauan Respon Cepat Tangani Kasus Keracunan Massal MBG

303
×

Pemda Banggai Kepulauan Respon Cepat Tangani Kasus Keracunan Massal MBG

Sebarkan artikel ini

Sulteng, RelasiPublik.id — Kejadian Luar Biasa (KLB) terjadi di wilayah Kota Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (17/09/2025).

Sebanyak 157 siswa dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK dilaporkan mengalami keracunan massal usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui program resmi pemerintah.

Para siswa dilarikan ke RSUD Trikora Salakan dengan keluhan utama berupa mual, muntah, sesak napas, gatal-gatal, dan kram perut. Enam siswa dari SDN Inpres Tompudau menjadi yang pertama dilarikan ke rumah sakit, sebelum gelombang berikutnya menyusul dari sekolah-sekolah lain yang terdampak, yakni:

SDN Inpres Tompudau

SMP Negeri 1 Tinangkung

SMA Negeri 1 Tinangkung

SMK Negeri 1 Tinangkung

Hingga berita ini diturunkan, tercatat 157 siswa terdampak, dengan 77 siswa masih menjalani perawatan intensif, sementara 80 lainnya telah dipulangkan untuk rawat jalan. Pihak RSUD Trikora Salakan masih bersiaga, mengingat kemungkinan jumlah korban masih bisa bertambah.

Tindak Lanjut Pemerintah Daerah dan Kepolisian

Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian, Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, ST., MT., AIFO, bersama jajaran Forkopimda, turun langsung meninjau kondisi para siswa di RSUD Trikora.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini dan memastikan seluruh siswa mendapat penanganan medis terbaik. Pemerintah Daerah akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG,” ujar Bupati Rusli.

Sementara itu, Kepolisian Resor Banggai Kepulauan telah melakukan penyidikan awal. Langkah-langkah yang diambil meliputi pengambilan sampel makanan untuk diselidiki lebih lanjut. Sampel tersebut telah dikirim ke Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sulawesi Tengah di Kota Palu untuk uji laboratorium, guna mengetahui kemungkinan adanya kontaminasi mikroba atau zat kimia berbahaya.

Permintaan Maaf dari Penanggung Jawab Program

Zulkifli Lamiju, penanggung jawab program MBG dari VIC MBG, menyampaikan permohonan maaf terbuka atas insiden tersebut. Saat kejadian berlangsung, ia masih berada di Kota Palu.

“Kejadian ini benar-benar di luar kemampuan kami sebagai pengelola. Kami sangat menyesal dan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak, terutama siswa dan orang tua. Saya bersama Ketua SPPG malam ini akan segera kembali ke Salakan untuk menangani situasi,” ungkap Zulkifli.

 

Zulkifli menegaskan bahwa tidak ada unsur kesengajaan dalam penyajian makanan. Ia juga memastikan bahwa tim lapangan, termasuk ahli gizi dan asisten lapangan, telah diarahkan untuk fokus pada penanganan siswa terdampak.

RelasiPublik.id akan terus memantau perkembangan dan hasil uji laboratorium dari BPOM serta langkah-langkah evaluasi dari Pemerintah Daerah terkait program MBG.

(Ac)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *