MamujuSulbar

Ampera Geruduk BRI Mamuju, Didugaan KUR Dipersulit dan Wajibkan Agunan Kepada Nasabah

142
×

Ampera Geruduk BRI Mamuju, Didugaan KUR Dipersulit dan Wajibkan Agunan Kepada Nasabah

Sebarkan artikel ini

Mamuju, RelasiPublik.id — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda Manakarra (Ampera) menggeruduk Bank BRI Cabang Mamuju, Senin (29/12).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas dugaan pelayanan pengurusan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dinilai dipersulit.

Ketua Ampera, Anggriawan, mengatakan bahwa pihaknya menilai BRI Unit Kalukku dan BRI Unit Tapalang telah menyulitkan masyarakat dalam pengurusan KUR.

“Ketika masyarakat ingin mengurus KUR di bawah Rp100 juta, seharusnya tidak diwajibkan memiliki agunan atau jaminan. Namun fakta di lapangan, BRI Unit Kalukku dan Tapalang justru meminta agunan seperti sertifikat rumah dan BPKB motor,” kata Anggriawan.

Ia menegaskan, praktik tersebut bertentangan dengan ketentuan KUR yang seharusnya memberikan kemudahan bagi pelaku usaha kecil.

Anggriawan juga meminta BRI Cabang Mamuju untuk mencopot pimpinan BRI Unit Kalukku dan Tapalang serta melakukan evaluasi terhadap seluruh pegawainya.

“Jika terbukti ada sertifikat masyarakat yang diambil oleh pihak bank, maka sertifikat tersebut harus dikembalikan karena tidak memiliki dasar hukum,” tegasnya.

Selain itu, Ampera menilai bahwa layanan pengurusan melalui portal BRI Cabang Mamuju bukanlah solusi.

“Karena masyarakat kecil yang mengurus di BRI Cabang Mamuju justru dikenai pungutan biaya,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan pinca bank BRI Cabang Mamuju belum memberikan keterangan resmi terkait pelayanan KUR kepada masyarakat.

(Hl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *