Mamuju, RelasiPublik.id — Komandan Kodim (Dandim) 1418/Mamuju, Letkol Arm Andang Radianto, S.A.P., secara resmi meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan koperasi merah putih”Indonesia Jaya” di Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Jumat (17/10/2025).
Kegiatan ini menandai awal pembangunan fasilitas Koperasi Merah Putih, yang digagas sebagai upaya strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui pendekatan ekonomi gotong royong dan kemandirian masyarakat.
Dandim 1418/ Mamuju Letkol Arm Andang Radianto menyampaikan, Bahwa koperasi bukan hanya sekadar lembaga ekonomi, tetapi juga sarana membangun solidaritas dan kemandirian warga desa.
“Kami berharap Koperasi Indonesia Jaya ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak swasta dalam membangun negeri dari desa,” ujar Letkol Arm Andang Radianto
Komitmen Sosial dan Ekonomi
Koperasi ini dirancang untuk menjadi pusat aktivitas ekonomi produktif masyarakat desa, mulai dari sektor pertanian, peternakan, hingga usaha mikro dan kecil. Keberadaannya diharapkan membuka akses permodalan, pelatihan usaha, serta menciptakan lapangan kerja baru bagi warga sekitar.
Kepala Desa Beru-Beru, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan apresiasinya atas dukungan dari semua pihak, khususnya Kodim 1418/Mamuju, yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmen dalam membangun potensi ekonomi lokal.
“Koperasi ini lahir dari semangat kebersamaan. Dengan adanya kolaborasi seperti ini, kami optimis Desa Beru-Beru bisa menjadi contoh desa mandiri dan maju,” ungkapnya.
Simbol Kolaborasi Multisektor
Peletakan batu pertama ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan simbol kuat dari kolaborasi antara pemerintah, TNI, masyarakat, dan sektor swasta dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.
Peletakan batu pertama korporasi merah putih di desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku di hadiri langsung Mentri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Yanri Susanto.
(*)













