Mamuju, RelasiPublik.id – Kontingen Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DKI Jakarta menegaskan dominasinya di pentas nasional dengan keluar sebagai juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-50, yang digelar di Mamuju, Sulawesi Barat, pada 7–12 November 2025.
DKI Jakarta menorehkan hasil gemilang dengan torehan 6 medali emas, 2 perak, dan 6 perunggu, mengungguli Jawa Timur yang menempati posisi kedua dengan 4 emas, 3 perak, dan 4 perunggu. Sementara itu, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta harus puas di peringkat ketiga dengan 3 emas, 3 perak, dan 2 perunggu, disusul Jawa Barat di posisi keempat dengan 1 emas dan 3 perak.
Konsistensi dan Kekuatan Merata DKI Jakarta
Kemenangan DKI Jakarta tidak datang secara kebetulan. Tim ibu kota menunjukkan performa stabil di hampir semua kategori, dari veteran hingga junior.
Enam medali emas DKI Jakarta disumbangkan oleh:
R. Syarif Mahmud (kategori Veteran)
Gilbert Elroy Tarigan (kategori Open)
Satria Duta Cahaya (Junior Terbuka A)
Claudio Vargues Vasco Lasama (Junior Terbuka B)
Clementia Adeline (Junior Putri B)
Zach Alexander Tjong (Junior Terbuka F)
Dominasi ini menunjukkan keberhasilan pembinaan berjenjang yang dilakukan Percasi DKI Jakarta, dengan regenerasi pemain muda yang mulai menunjukkan kualitas nasional.
Jawa Timur dan DI Yogyakarta Bersaing Ketat di Kategori Junior
Provinsi Jawa Timur dan DI Yogyakarta menampilkan persaingan ketat di kelompok usia muda.
Empat emas Jawa Timur diraih oleh:
Allodyera Kaylavi Cello Nyssa (Junior Putri A)
As Syahsyah Syakish Thirof (Junior Terbuka C)
Veronica Jefany Sheryl Kichi M (Junior Putri E)
M. Arshad Naufan Alfarizqy (Junior Terbuka G)
Sementara itu, tiga emas DI Yogyakarta disumbangkan oleh:
Banyu Wiguno Wening (Junior Terbuka E)
Chavi Alisha Egbert Dawn (Junior Putri D)
Kenny Horasino Bach (Junior Terbuka D)
Hasil ini menegaskan potensi besar dua provinsi tersebut dalam melahirkan generasi catur muda berbakat.
Daerah Lain Juga Tampil Mengesankan
Selain empat provinsi utama, beberapa daerah lain turut menyumbangkan medali emas dan menunjukkan kemajuan signifikan.
Jawa Barat melalui Diajeng Teresah Singgih di kategori Open Wanita.
Kalimantan Timur lewat Cherisha Divina Wijaya di Junior Putri C.
Banten melalui Alesha Mahawra Azzahra di Junior Putri G.
Sumatera Selatan lewat Nuraini Istiqomah di Junior Putri F.
Kehadiran para juara dari luar Pulau Jawa menjadi sinyal positif bagi pemerataan pembinaan catur nasional.
Kejurnas ke-50 Jadi Momentum Regenerasi Atlet
Kejurnas Catur ke-50 tahun ini menjadi ajang penting bagi Percasi untuk menilai hasil pembinaan di berbagai daerah sekaligus mencari bibit unggul baru.
Melalui kompetisi yang diikuti ratusan peserta dari 38 provinsi, Kejurnas diharapkan dapat melahirkan calon-calon pecatur masa depan Indonesia.
Dengan berakhirnya kejuaraan ini, DKI Jakarta kembali menegaskan posisinya sebagai kekuatan utama catur Indonesia, sekaligus menjadi inspirasi bagi provinsi lain dalam mengembangkan pembinaan atlet dari usia dini.
(*)













