Mamuju, RelasiPublik.id—Firmadi Abd. Rahim kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi penyambung suara rakyat saat melaksanakan kegiatan reses masa persidangan pertama di Daerah Pemilihan (Dapil) II Kabupaten Mamuju, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban itu dihadiri ratusan warga dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kaum perempuan, hingga aparat pemerintah desa yang memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan beragam aspirasi secara langsung.
Sejak kegiatan dimulai, suasana dialog tampak hangat dan terbuka.
Warga silih berganti menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi di lingkungan masing-masing.
Mulai dari kebutuhan pembangunan infrastruktur jalan desa, perbaikan drainase, peningkatan layanan kesehatan, bantuan pertanian, pengembangan UMKM, hingga perhatian terhadap kesejahteraan generasi muda dan sektor pendidikan menjadi topik utama yang dalam forum.
Dalam sambutannya, legislator dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Firmadi Abd. Rahim menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal anggota dewan, melainkan ruang penting untuk menyerap secara langsung denyut kebutuhan masyarakat di lapangan.
Kehadiran wakil rakyat harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam memperjuangkan program-program yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
“Semua aspirasi, keluhan, dan masukan yang bapak ibu sampaikan hari ini akan kami catat dan kawal secara ketat dalam rapat-rapat fraksi maupun komisi di DPRD kelak. Ini adalah amanah yang harus diperjuangkan,” tegas Firmadi di hadapan warga yang hadir.
Ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dua arah antara masyarakat dan wakil rakyat agar setiap kebijakan yang lahir benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Pembangunan daerah tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya keterlibatan aktif masyarakat dalam memberikan masukan dan pengawasan,” ungkapnya.
Dalam sesi dialog, sejumlah warga berharap agar pemerintah daerah melalui DPRD dapat lebih serius memperhatikan pembangunan infrastruktur yang dinilai masih belum merata.
Beberapa warga mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan sulit dilalui saat musim hujan, sementara sebagian lainnya meminta perhatian terhadap fasilitas pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Firmadi menyampaikan bahwa seluruh aspirasi yang masuk akan diprioritaskan berdasarkan kebutuhan mendesak masyarakat serta disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
“Saya akan memperjuangkan setiap usulan yang dinilai berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga,” pangkasnya.
Selain menyerap aspirasi, kegiatan reses tersebut juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antara masyarakat dan wakil rakyat.
Kehadiran Firmadi disambut hangat warga yang berharap agar komunikasi seperti ini terus terjalin secara berkesinambungan, tidak hanya saat masa reses berlangsung.
Di akhir kegiatan, Firmadi mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan partisipasi dalam pembangunan daerah.
Ia menilai kemajuan suatu wilayah hanya dapat tercapai apabila pemerintah dan masyarakat berjalan beriringan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Kegiatan reses tersebut berlangsung lancar dan penuh antusiasme hingga selesai.
Warga pun berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebatas catatan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk program nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
(Hl)













