Mamuju, RelasiPublik.id — Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Mamuju menyampaikan keprihatinan dan keberatan mendalam atas dugaan pernyataan Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Mamuju (UNIMAJU) yang dinilai mengandung unsur provokasi serta tidak mencerminkan nilai-nilai kepemimpinan akademik maupun spirit Persyarikatan Muhammadiyah.
Ketua PC IMM Mamuju, Muhammad Iksan, mengungkapkan bahwa pernyataan yang diduga disampaikan oleh Wakil Rektor I UNIMAJU, yakni “Kalau na demo ka IMM, mau diliat siapa yang banyak darahnya tumpah”, merupakan ucapan yang apabila benar adanya berpotensi menciptakan ketegangan, mengancam iklim akademik yang sehat, serta bertentangan dengan prinsip dialog, musyawarah, dan penyelesaian persoalan secara beradab yang selama ini dijunjung tinggi oleh Muhammadiyah.
“Sebagai organisasi kader Muhammadiyah, IMM memandang kampus sebagai ruang intelektual yang harus menjadi tempat tumbuhnya gagasan, kritik konstruktif, dan dialektika ilmiah, bukan ruang yang diwarnai oleh ancaman, intimidasi, maupun narasi kekerasan. Pernyataan tersebut menjadi perhatian serius dan perlu mendapatkan klarifikasi serta evaluasi dari pihak-pihak yang berwenang,” ujar Iksan, Kamis (25/6).
Atas dasar itu, PC IMM Mamuju menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Mengecam keras dugaan pernyataan provokatif yang disampaikan oleh Wakil Rektor I UNIMAJU karena dinilai tidak mencerminkan etika kepemimpinan akademik dan nilai-nilai Muhammadiyah.
2. Meminta Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Mamuju untuk melakukan peninjauan ulang terhadap penetapan dan kelayakan Wakil Rektor I serta mengevaluasi kapasitas kepemimpinannya dalam membangun suasana akademik yang kondusif.
3. Mendesak pihak yang berwenang di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah untuk mengambil langkah tegas apabila yang bersangkutan terbukti melakukan tindakan atau pernyataan yang bertentangan dengan nilai-nilai Muhammadiyah serta mencederai marwah institusi pendidikan Muhammadiyah.
Iksan menegaskan bahwa kritik dan sikap yang disampaikan PC IMM Mamuju merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan intelektual kader Muhammadiyah dalam menjaga marwah kampus, persyarikatan, serta nilai-nilai Islam berkemajuan.
“PC IMM Mamuju menegaskan bahwa kritik dan sikap yang disampaikan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan intelektual kader Muhammadiyah dalam menjaga marwah kampus, persyarikatan, dan nilai-nilai keislaman yang berkemajuan,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Rektorat Universitas Muhammadiyah Mamuju belum memberikan keterangan atau tanggapan resmi terkait pernyataan tersebut.
(Hl)













