MamujuSulbar

Harga Minyak Nilam Anjlok di Mamuju: Petani Merugi, Diduga Ada Permainan Tengkulak

963
×

Harga Minyak Nilam Anjlok di Mamuju: Petani Merugi, Diduga Ada Permainan Tengkulak

Sebarkan artikel ini

Mamuju, RelasiPublik.id — Suasana duka menyelimuti para petani nilam di Kabupaten Mamuju, khususnya di Kecamatan Simboro, Desa Pati’di.

Hal ini disebabkan oleh anjloknya harga komoditas minyak nilam yang terus menurun dalam beberapa bulan terakhir. Dari harga semula Rp2.000.000 per kilogram, kini harga minyak nilam hanya berkisar Rp700.000, bahkan di beberapa tempat hanya dihargai Rp500.000 per kilogram.

Penurunan harga ini membuat banyak petani nilam mengalami kerugian. Biaya perawatan tanaman, proses panen, hingga penyulingan tidak lagi sebanding dengan hasil penjualan.

“Harga nilam turun terus, tidak cukup menutup ongkos perawatan. Sementara biaya penyulingan (ketel) dan deros nilam justru naik, seharusnya ikut turun juga,” keluh seorang petani nilam di Kecamatan Simboro, Minggu (25/5/2025).

Anjloknya harga ini diduga akibat menurunnya permintaan dari pasar, khususnya pembeli minyak nilam. Para petani juga mencurigai adanya permainan harga oleh tengkulak yang memanfaatkan situasi, ditambah lemahnya pengawasan dari Pemerintah Kabupaten Mamuju.

“Kami menduga ada permainan harga oleh tengkulak, dan pengawasan dari pemerintah daerah juga sangat minim,” pungkas petani tersebut.

(Hl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *