Mamuju, RelasiPublik.id– Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sukses menyelenggarakan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat provinsi dengan lancar dan transparan.
Ajang ini bertujuan menjaring atlet-atlet terbaik dari jenjang SMA dan SMK untuk mewakili Sulawesi Barat di tingkat nasional.
Ketua Panitia O2SN, M. Ilyas, menegaskan bahwa seluruh proses penjurian berlangsung secara independen dan profesional, tanpa adanya intervensi dari panitia.
“Hasil dari O2SN ini kami serahkan sepenuhnya kepada tim juri. Itu adalah hak prerogatif mereka, dan kami pastikan tidak ada intervensi dari pihak panitia,” ujar M. Ilyas, Kamis (19/6/2025).
Dalam pelaksanaannya, sistem penyatuan jenjang SMA dan SMK diterapkan guna menjaring prestasi terbaik tanpa membedakan latar belakang sekolah. Penilaian dilakukan secara objektif, dengan dokumentasi rekaman video sebagai bentuk transparansi.
Daftar Atlet Terpilih untuk Mewakili Sulawesi Barat ke Tingkat Nasional
Cabang Pencak Silat
Putra
Juara 1: Farel (SMK 1 Rangas)
Juara 2: Fikri Hidayat (SMA 2 Majene)
Putri
Juara 1: Dian Lestari (UPTD SMK 1 Rangas)
Juara 2: Aspira Riswana Rasyad (SMA 1 Majene)
Cabang Karate
Putra
Juara 1: Risto Limbongo (SMA 1 Mamuju)
Juara 2: Pandu Wiratama Harsa (SMA 1 Polewali)
Putri
Juara 1: Nisa Khairunnisa (SMA 1 Polewali)
Juara 2: Sila Juliana (SMK 1 Campalagian)
Dengan sistem ini, total empat atlet dari masing-masing cabang olahraga akan mewakili Sulawesi Barat pada O2SN tingkat nasional.
M. Ilyas berharap para atlet yang terpilih mampu mengharumkan nama sulbar serta menjadi inspirasi bagi generasi muda.
“Kami berharap mereka mampu membawa nama baik Sulawesi Barat di tingkat nasional. Keberhasilan mereka nanti dapat menjadi motivasi bagi adik-adik mereka dan membuka kesadaran akan pentingnya pengembangan bakat sejak dini,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam mendukung pengembangan talenta pelajar, sejalan dengan program utama Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), dalam meningkatkan mutu pendidikan di provinsi Sulbar ini.
(Hl)













