Mamuju, RelasiPublik.id — Dalam rangka meningkatkan keselamatan dan kelancaran operasional angkutan penumpang pada masa Angkutan Lebaran Tahun 2026, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Perhubungan (Perkimtanhub) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Sulbar melaksanakan rapat koordinasi rampcheck bus, Rabu (11/3).
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada beberapa perusahaan otobus serta di Terminal Tipe A Simbuang, Kabupaten Mamuju dan Terminal Tipe A Tipalayo, Kabupaten Polewali Mandar.
Rapat koordinasi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi darat menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran, khususnya pada angkutan penumpang yang beroperasi di wilayah Sulbar.
Langkah ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, yang menekankan pentingnya menciptakan sistem transportasi yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat, terutama pada periode mobilitas tinggi seperti musim mudik Lebaran.
Analis Kebijakan Ahli Muda Sub Koordinator Lalu Lintas pada Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Disperkimtanhub Sulbar, Edy Yusrianto, mengatakan bahwa kegiatan rampcheck merupakan salah satu upaya preventif untuk memastikan kendaraan angkutan umum dalam kondisi layak jalan sebelum melayani masyarakat.
“Rampcheck ini dilakukan untuk memastikan seluruh armada bus yang beroperasi selama masa Angkutan Lebaran benar-benar memenuhi standar keselamatan, baik dari sisi teknis kendaraan maupun kelengkapan administrasi. Hal ini penting agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” ujar Edy.
Ia menjelaskan, pemeriksaan rampcheck meliputi beberapa aspek penting, di antaranya kondisi rem, sistem kemudi, lampu penerangan, ban, perlengkapan keselamatan, hingga kelengkapan dokumen kendaraan seperti buku uji KIR, SIM pengemudi, dan STNK.
Selain itu, pihaknya juga memberikan imbauan kepada para pengusaha otobus dan pengemudi agar selalu memperhatikan kondisi kendaraan sebelum beroperasi serta mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku.
“Melalui kegiatan ini, kami juga mengingatkan kepada para operator angkutan dan pengemudi untuk selalu mengutamakan keselamatan penumpang. Kesiapan kendaraan dan kondisi pengemudi sangat menentukan keamanan perjalanan,” tambahnya.
Edy juga menegaskan bahwa koordinasi antara pemerintah daerah, BPTD, pengelola terminal, dan perusahaan otobus sangat penting untuk memastikan pelaksanaan angkutan Lebaran berjalan dengan baik.
“Sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam menciptakan transportasi yang aman dan tertib. Dengan koordinasi yang baik, kami berharap potensi risiko kecelakaan dapat diminimalkan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal,” jelasnya.
Melalui kegiatan rapat koordinasi dan pelaksanaan rampcheck ini, diharapkan seluruh armada angkutan penumpang yang beroperasi di Sulbar selama periode Angkutan Lebaran 2026 telah memenuhi standar keselamatan dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik maupun balik Lebaran.
(*)













