Majene, RelasiPublik.id – Masyarakat Desa Tandeallo, Kecamatan Ulumanda, kabupaten Majene protes dengan adanya jalan yang dilalui oleh alat berat yang melintas tanpa menggunakan alat pengaman sehingga merusak jalan penghubung ba’basondong- lombe.
Salah seorang Pemuda Dan Mahasiswa Ulumanda Sujarman, mengatakan, ada dua alat berat jenis Excavator yang melintas jalan ba’basondong-lombe pada hari jumat (10/5/2024) sekitar 14:20 WITA. Yang Menimbulkan Kerusakan ruas jalan Salutambung dan Urekang.
Kemudian ia dan warga lainnya meminta kepada pihak pekerja untuk menghentikan kegiatan mereka sesuai instruksi pemerintah kecamatan, namun pihak pekerja tidak menghiraukan perintah tersebut dan tetap melanjutkan aktivitasnya.
Mengetahui keadaan tersebut, warga tandeallo kemudian beramai ramai menuju tempat kejadian yang berada tepat di puncak gunung tandeallo.
“Kami sudah meminta kepada pihak pekerja untuk menghentikan sementara aktivitasnya, Namun setelah warga meninggalkan lokasi, para pekerja kembali melanjutkan aktivitas mereka dengan melanggar instruksi pemerintah,” kata Sujarman.
Sehubungan dengan pengrusakan terhadap jalan penghubung (ba’basondong- lombe) pihaknya meminta kepada pemerintah kecamatan agar segera menindak dan menertibkan siapapun yang ingin dengan secara sengaja merugikan masyarakat ulumanda.
“Persoalan seperti ini bukan kali pertama terjadi namun sudah berulang ulang, oleh karena itu perlu ada tindakan tegas dari pemerintah terhadap oknum oknum bandel yang meresahkan masyarakat ulumanda” tegasnya.
Menyikapi hal tersebut, pemuda, mahasiswa dan semua warga tandeallo mengutuk keras tindakan tidak terpuji dari pihak kontraktor dan mendesak pemerintah terkait agar.
1. Dalam waktu dua kali duapuluh empat jam, pihak kontraktor segera dipanggil dan diberi sangsi.
2. Meminta agar pihak kontraktor mengganti kerugian materil dengan memperbaiki kerusakan jalan yang sudah mereka lakukan.
3. Meminta pemerintah kecamatan untuk membuat aturan khusus agar kejadian serupa tidak terulang kembali
4. Meminta agar pihak kontraktror terkait meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat ulumanda atas apa yang mereka lakukan.
Sementara itu Camat Ulumanda, Muhammad Arif saat dikonfirmasi di kediamannya membenarkan bahwa alat berat milik CV. Banua Salu Maloga melintasi jalan yang ada di wilayahnya.

“Memang benar bahwa ada alat berat perusahaan melewati jalan penghubung Ba’basondong-Lombeng tanpa ada pemberitahuan ke kami” ucapnya, sabtu (11/5/2024)
Muhammad Arif juga mengatakan bukan hanya alat berat perusahaan yang melewati jalan tersebut, ada juga alat berat yang yang disewa oleh kepala desa untuk pekerjaan cetak sawah baru.
“Insha Allah hari senin nanti pihak terkait akan kami panggil ke kantor kecamatan untuk mediasi”pungkasnya.
(Hl)













