AdvertorialMamujuSulbar

Disdikbud Sulbar Mencatat Dua Sekolah Di Sulbar Gagal Menyelesaikan Penginputan  PDSS

126
×

Disdikbud Sulbar Mencatat Dua Sekolah Di Sulbar Gagal Menyelesaikan Penginputan  PDSS

Sebarkan artikel ini

MAMUJU, RelasiPublik.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulawesi Barat (Sulbar) mencatat dua sekolah di wilayahnya gagal menyelesaikan penginputan Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Hal ini berpotensi menghambat ratusan siswanya untuk mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Sekretaris Disdikbud Sulbar, Sjaifuddin, mengungkapkan bahwa banyak sekolah melakukan input PDSS di saat-saat terakhir, sehingga mengalami kendala teknis.

“Beberapa sekolah mengalami gangguan jaringan, tetapi ada juga yang baru mulai menginput data di batas akhir waktu. Karena seluruh Indonesia mengakses server secara bersamaan, ada sekolah yang akhirnya gagal menyelesaikan penginputan,” ujar Sjaifuddin saat ditemui di ruang kerjanya, Kompleks Perkantoran Gubernur Sulbar, Kamis (6/2/2025).

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI) memberikan perpanjangan waktu hingga 5 Februari 2025.

Hal ini dilakukan setelah waktu yang diberikan mulai 1-31 Januari masih nanyak sekolah yang mengalami kendala.

Namun, hingga batas waktu berakhir, dua sekolah di Sulbar tetap belum merampungkan pengisian PDSS.

Akibatnya, ratusan siswa dari kedua sekolah tersebut terancam tidak bisa mengikuti SNBP tahun ini.

PDSS sendiri merupakan sistem yang menyimpan rekam jejak kinerja sekolah dan nilai rapor siswa, yang menjadi syarat utama dalam proses seleksi SNBP di Perguruan Tinggi (PT).

Untuk mengatasi masalah ini, Kepala Disdikbud Sulbar, Mithar, tengah berada di Jakarta untuk berkoordinasi dengan Kemdiktisaintek guna mencari solusi.

“Pak Kadis sedang berupaya membangun komunikasi dengan kementerian terkait agar ada solusi bagi sekolah yang gagal menginput data,” tambah Sjaifuddin.

Sebagai informasi, Sulbar memiliki 248 sekolah menengah di bawah naungan Disdikbud, yang terdiri dari 98 SMA, 125 SMK, dan 25 Sekolah Luar Biasa (SLB).

(Adv/Hl)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *