Mamuju, RelasiPublik.id – Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat secara resmi membuka ajang bergengsi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat provinsi pada Selasa malam (17/06/25) di Hotel Berkah, Jalan Soekarno Hatta. Pembukaan ini menandai dimulainya pencarian talenta-talenta olahraga terbaik di Bumi Matoa yang akan mewakili Sulawesi Barat di kancah nasional.
Ketua Panitia O2SN, Muh. Ilyas, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk merekrut siswa-siswi berprestasi di bidang non-akademik.
“Kami mendorong bagaimana anak-anak berprestasi bukan hanya dari segi akademik, tapi juga di luar akademik untuk membawa nama baik Sulawesi Barat dan mengharumkan namanya di tingkat nasional,” ujarnya.
Penyelenggaraan O2SN ini selaras dengan visi dan misi ketiga Gubernur Sulawesi Barat, yaitu membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Ilyas menekankan bahwa melalui ajang ini, nilai-nilai karakter positif ditanamkan kepada seluruh peserta didik, mendorong mereka untuk meningkatkan prestasi dan talenta, khususnya di bidang olahraga.
“Ini akan memberikan warna di masa depan Sulawesi Barat. Potensi-potensi Sulawesi Barat harus kita bangkitkan dan dukung melalui peserta didik kita, anak-anak kita masa depan,” tambahnya.
Dua Cabang Olahraga Jadi Fokus Utama
O2SN tingkat provinsi tahun ini mempertandingkan dua cabang olahraga, yaitu karate dan pencak silat. Seluruh kabupaten di Sulawesi Barat diberi kesempatan untuk mengirimkan perwakilan terbaiknya, dengan masing-masing cabang diwakili oleh dua putra dan dua putri.
“Siapapun pemenangnya, dimanapun asalnya, dimanapun sekolahnya, asalkan dia mampu berprestasi, kita harus dorong dia untuk mewakili Sulawesi Barat,” tegas Ilyas.
Total ada 48 peserta yang akan berkompetisi di O2SN tingkat provinsi ini, terdiri dari 24 peserta untuk cabang karate dan 24 peserta untuk cabang pencak silat. Para peserta berasal dari jenjang pendidikan SMA dan SMK.
Ilyas berharap proses seleksi ini dapat menjunjung tinggi sportifitas.
“Harapan kami juga kita memunculkan generasi-generasi pemuda kita ke depan yang punya daya saing yang tinggi, khususnya di non-akademik, yang mampu bersaing di tingkat nasional sesuai arahan Pak Gubernur yang harus punya karakter yang bagus,” pungkasnya.
(Hl)













