PASANGKAYU, RelasiPublik.id — Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPL) Kecamatan Baras menggelar aksi demonstrasi di area perkebunan PT. Palma Pasangkayu pada Rabu, 18 Juni 2025. Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes atas pencemaran lingkungan yang diduga disebabkan oleh limbah perusahaan kelapa sawit tersebut.
Dalam aksi yang disertai dengan pembakaran ban bekas itu, massa menyuarakan sejumlah tuntutan kepada pihak PT. Palma Pasangkayu. Koordinator Lapangan AMPL, Sultan Aji Putra, menyampaikan bahwa pengaliran limbah ke sungai yang melintasi Desa Kasano, Kelurahan Baras, dan Desa Bulu Parigi telah merusak lingkungan dan mengakibatkan kerugian besar bagi masyarakat, terutama nelayan dan petambak.
“Kami menuntut PT. Palma untuk segera menghentikan pengaliran limbah ke sungai, memulihkan ekosistem yang telah rusak, serta memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami warga dari tahun 2023 hingga 2025,” tegas Sultan.
Ia juga menyoroti dampak serius terhadap penghidupan nelayan. Sejak tercemarnya sungai, hasil tangkapan ikan mereka menurun drastis.
Tak hanya isu lingkungan, massa aksi juga menyoroti persoalan ketenagakerjaan. Mereka mendesak perusahaan untuk menaikkan upah buruh bongkar muat (ship) dan menghentikan tindakan yang dianggap semena-mena terhadap karyawan, seperti pemecatan sepihak dan kriminalisasi.
Tujuh Tuntutan AMPL Kecamatan Baras:
1. Memulihkan kondisi sungai yang tercemar limbah dari hulu hingga hilir di wilayah Kecamatan Baras, khususnya Desa Kasano.
2. Menormalkan kembali tambak-tambak warga yang terdampak limbah, serta memberikan kompensasi atas kerugian dari tahun 2023–2025.
3. Menghentikan pengaliran limbah dari kolam penampungan ke sungai-sungai milik masyarakat.
4. Memberikan kompensasi kepada nelayan Desa Kasano akibat rusaknya ekosistem perairan.
5. Menaikkan upah buruh bongkar muat (ship).
6. Menghentikan tindakan kriminalisasi terhadap karyawan serta tidak melakukan pemecatan sepihak.
7. (Tuntutan ketujuh tidak tertulis secara eksplisit dalam dokumen yang diterima redaksi.)
Aksi ini berlangsung damai dan mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan. Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT. Palma belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan tersebut.
(*)













