Mamuju-,RelasiPublik.id-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) meluncurkan Program Beasiswa Pendidikan bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Program ini merupakan inisiatif utama Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Barat melalui dukungan sektor pendidikan, Dua Jenis Beasiswa untuk Mendukung Siswa
Kepala Bidang SMK Disdikbud Sulbar, Irham Yakub, menyatakan bahwa program beasiswa ini menjadi prioritas untuk segera dilaksanakan.
“Kami dari Dinas sudah menyurat dan mengusulkan program Beasiswa, karena ada dua jenis Beasiswa yang pertama Beasiswa berprestasi dan Beasiswa miskin,” jelas Irham.
Program ini dirancang untuk menjangkau dua kelompok siswa utama:
.Beasiswa Berprestasi: Diberikan kepada siswa yang menunjukkan prestasi akademik dan non-akademik yang luar biasa.
• Beasiswa Miskin: Ditujukan untuk siswa dari keluarga kurang mampu guna memastikan mereka memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas.
Tim panitia dari bidang SMA dan SMK Disdikbud Sulbar telah aktif bekerja untuk mempersiapkan pelaksanaan program ini.
Senada dengan Irham Yakub, dari Bidang SMA, melalui Muh Ilyas, menegaskan bahwa program beasiswa prestasi dan beasiswa miskin ini lebih dari merupakan program unggulan Pemprov Sulbar dan visi misi Gubernur Sulbar.
“Tujuan program ini merupakan untuk mendorong dan memotivasi siswa untuk lebih giat lagi dalam meningkatkan partisipasi sekolah,” ujar Muh Ilyas.
Lebih lanjut, Muh Ilyas menjelaskan bahwa program ini juga merupakan strategi penting pemerintah untuk menekan lonjakan angka anak tidak sekolah di Sulawesi Barat.
Dengan adanya dukungan finansial, diharapkan siswa dari latar belakang ekonomi sulit tetap termotivasi untuk melanjutkan pendidikan mereka.
“Semoga ini bisa berguna bagi siswa miskin dan berprestasi, dan ini bisa bermanfaat untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sulawesi Barat,” harap Muh Ilyas.
Saat ini, program beasiswa sedang dalam tahap penyusunan petunjuk teknis (juknis) yang nantinya akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah untuk implementasinya.
(Hl)













