MAMUJU, RelasiPublik.id – Program makan bergizi yang dijanjikan pemerintah menuai protes. Porsi makanan yang diterima siswa di beberapa sekolah, alih-alih berisi nasi dan lauk seimbang, hanya menyajikan mi instan yang berminyak, memicu kritik dari berbagai pihak.
”Program makan bergizi seharusnya menjadi pondasi kesehatan siswa, bukan sekadar menggugurkan kewajiban,” tegas Ihram Kabid PPSDM Himpunan pelajar mahasiswa kesehatan, Selasa (2/8).
Ia mengungkapkan kekecewaannya melihat menu yang jauh dari standar gizi seimbang.
Menurutnya, program ini tidak memenuhi tujuan awal untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Kritik serupa juga datang dari guru dan orang tua siswa. Mereka mempertanyakan integritas program serta tanggung jawab pihak yang mengelola anggaran.
“Bagaimana mungkin tubuh-tubuh kecil itu bisa tumbuh sehat jika yang mereka santap hanyalah mi berminyak tanpa keseimbangan gizi?” ujar seorang guru yang tidak ingin disebutkan namanya.
Irham desak pemerintah daerah (Pemda) untuk segera bertindak.
“Pemda harus bertindak. Anak-anak kita bukan kelinci percobaan, mereka adalah masa depan. Jika hari ini gizinya diabaikan, maka masa depan yang kita bangun pun akan rapuh,” tambahnya.
(Ir/hl)













