Mamuju, RelasiPublik.id – Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Mamuju, Drs. Makhmudi, membantah tudingan adanya praktik korupsi dalam pembangunan gedung sekolah yang tengah berjalan di lingkungan SMKN 1 Mamuju.
Menanggapi pemberitaan di beberapa media terkait dugaan pembangunan asal-asalan yang dituding sarat penyimpangan, Makhmudi menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan.
“Berita tentang dugaan praktik korupsi pembangunan gedung SMKN 1 Mamuju itu tidak benar. Kalau boleh, kita langsung saja datang ke sekolah untuk melihat sendiri hasil pembangunan yang sudah dan sedang berjalan,” ujar Makhmudi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/10/2025).
Ia menjelaskan bahwa proses pembangunan dilakukan sesuai prosedur, dengan pengawasan dari pihak terkait.
“Sementara untuk kusennya, kami pesan langsung dari pihak penyedia yang memang sudah biasa bekerja sama dalam pengadaan barang, dan kualitasnya juga bisa dipertanggungjawabkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Makhmudi berharap agar masyarakat tidak langsung percaya dengan informasi yang tidak berdasar dan menunggu klarifikasi dari pihak sekolah atau instansi terkait sebelum menyebarkan berita.
Sumber anggaran dari Kementrian pendidikan dengan jumlah Rp. 1.579.730.000
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat terkait tudingan tersebut.
Sebelumnya telah diberitakan Proyek revitalisasi di SMK Negeri 1 Mamuju, yang seharusnya meningkatkan fasilitas pendidikan, kini menjadi sorotan tajam setelah muncul dugaan praktik korupsi dan pembangunan asal-asalan.
Sejumlah pihak menduga proyek ini telah menjadi “lumbung korupsi” bagi oknum di lingkungan sekolah, dengan kerugian yang sangat mungkin berdampak pada keselamatan dan kualitas belajar siswa.
(Hl)













