Mamuju, RelasiPublik.id — Dalam upaya meningkatkan keamanan dan ketertiban lingkungan, Kepala Desa Pati’di, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Rusli, melakukan monitoring langsung ke sejumlah pos ronda yang tersebar di wilayah desanya pada Jumat malam (17/10/2025).
Monitoring ini dilakukan mulai malam hingga dini hari, mencakup beberapa dusun seperti Salurumbakang, Rumbakang, Salupalado, dan titik-titik strategis lainnya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam menghidupkan kembali sistem keamanan swakarsa berbasis masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap pos ronda benar-benar aktif, petugasnya hadir, dan sistemnya berjalan. Ini bukan sekadar rutinitas atau formalitas, tapi bagian penting dari upaya menjaga ketertiban di lingkungan desa,” ujar Rusli saat ditemui di salah satu pos ronda.
Rusli menambahkan bahwa ronda malam adalah salah satu bentuk partisipasi warga yang sangat vital dalam mencegah potensi gangguan keamanan, seperti pencurian, konflik warga, hingga bencana kecil yang bisa dicegah sejak dini.
Dukungan dan Antusiasme Warga
Kehadiran langsung Kepala Desa pada malam hari disambut antusias oleh warga yang tengah bertugas jaga malam. Mereka mengaku merasa lebih diperhatikan dan termotivasi dengan langkah yang diambil oleh pemimpin desa tersebut.
“Kami merasa diperhatikan. Biasanya ronda malam dianggap remeh, tapi Pak Kades datang langsung memantau dan menyapa kami. Itu jadi penyemangat tersendiri,” kata Taslim, salah satu warga Dusun Salurumbakang yang ikut berjaga malam itu.
Bagi warga, sistem ronda tidak hanya berfungsi sebagai pengawasan terhadap gangguan keamanan, tapi juga menjadi ajang mempererat hubungan sosial dan kerja sama antarwarga.
Langkah Nyata Menuju Desa Aman dan Partisipatif
Pemerintah Desa Pati’di melalui kepemimpinan Rusli terus mendorong pembenahan di berbagai aspek, termasuk sektor keamanan.
Dengan pendekatan langsung dan keterlibatan aktif dari pemerintah desa, diharapkan warga semakin merasa memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan mereka sendiri.
Rusli berharap semangat gotong royong dan kesadaran warga akan pentingnya keamanan lingkungan bisa terus tumbuh. Ia juga memastikan bahwa kegiatan monitoring seperti ini akan menjadi rutinitas berkala yang melibatkan seluruh elemen desa, termasuk perangkat desa, pemuda, dan tokoh masyarakat.
“Desa yang aman bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga seluruh warga. Kita ingin membangun sistem yang bukan hanya efektif, tapi juga partisipatif,” tutup Rusli.
Dengan inisiatif ini, Desa Pati’di terus menegaskan posisinya sebagai desa yang aktif dalam membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis melalui kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.
(Hl)













