Mateng, RelasiPublik.id – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, mencapai titik kritis. Masyarakat setempat melaporkan bahwa SPBU 7391518 Benteng, yang terletak di Desa Tobadak, telah mengalami kekosongan suplai solar selama tiga hari berturut-turut.
Situasi ini sangat meresahkan, terutama bagi para pengemudi angkutan umum, truk logistik, dan pelaku usaha yang bergantung pada solar bersubsidi untuk operasional harian.
Dampak dari Kekosongan Stok
Menurut keterangan warga, antrean panjang yang biasa terjadi kini berganti dengan pemandangan kosong.
”Sudah tiga hari ini solar kosong total. Kami sudah bolak-balik ke SPBU Benteng, tapi hasilnya nihil. Aktivitas kami terhenti, bagaimana kami bisa mencari nafkah kalau tidak ada solar?” keluh seorang sopir truk yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (1/11).
Dampak kelangkaan ini diperkirakan akan melumpuhkan sektor transportasi dan logistik di wilayah Tobadak dan sekitarnya.
Keterkaitan dengan Dugaan Pelangsir
Keluhan ini muncul tak lama setelah maraknya laporan mengenai dugaan praktik penyelewengan dan pelangsiran BBM solar bersubsidi di SPBU yang sama.
Masyarakat menduga bahwa kekosongan stok yang ekstrem ini adalah akibat langsung dari penyaluran yang tidak tepat sasaran dan berlebihan kepada para pelangsir.
Penyaluran Curang.Kuota solar subsidi yang seharusnya untuk masyarakat disedot habis oleh kendaraan bertangki modifikasi.
Timbul spekulasi di kalangan warga bahwa penghentian total suplai BBM solar ini mungkin merupakan sanksi atau pembatasan kuota sementara dari pihak Pertamina akibat terungkapnya praktik curang tersebut.
Masyarakat mendesak PT Pertamina (Persero) Patra Niaga Regional Sulawesi untuk segera. Memulihkan Suplai Mengirimkan pasokan BBM solar bersubsidi dalam waktu secepatnya untuk menghindari krisis energi lokal.
Warga meminta pihak Pertamina Memberikan klarifikasi resmi mengenai penyebab pasti kekosongan selama tiga hari ini, apakah karena faktor teknis atau sanksi.
warga juga berharap kepada Pertamina dan pihak terkait untuk memastikan pengawasan ketat pasca-pemulihan suplai, serta berkoordinasi dengan Kepolisian untuk menindak tegas oknum SPBU dan pelangsir yang bermain.
Masyarakat menuntut transparansi agar BBM bersubsidi tidak lagi menjadi komoditas yang disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Media ini berupaya melakukan konfirmasi ke Manager SPBU 7391518 Benteng tapi memilih bungkam.
(Hl)













