MamujuSulbar

Diduga Ada Aktivitas Pembalakan Hutan di Desa Tanete Pao, Warga Khawatir Kawasan Hutan Dijadikan Kebun Sawit

43
×

Diduga Ada Aktivitas Pembalakan Hutan di Desa Tanete Pao, Warga Khawatir Kawasan Hutan Dijadikan Kebun Sawit

Sebarkan artikel ini

MAMUJU, RelasiPublik.id – Aktivitas pembalakan hutan di Desa Tanete Pao, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, dilaporkan semakin meluas. Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, kawasan hutan diduga mulai perjual belikan dan dibuka untuk dijadikan lahan perkebunan kelapa sawit.

Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini-Selasa-07-07-2026, sejumlah warga dari Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) mulai mendatangi kawasan tersebut setelah mendapat informasi adanya lahan yang ditawarkan untuk dijual.

Salah seorang warga asal Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju Tengah, yang ditemui di lokasi mengaku datang karena mendapat informasi dari rekannya mengenai lahan yang disebut milik seseorang bernama Abidin.

“Iye pak, kami datang karena dapat informasi dari teman kalau ada lahan yang dijual di Mamuju. Katanya tanah itu milik Pak Bidin. Namun setelah saya tiba di lokasi, saya mulai ragu karena lahannya tidak bisa dibuka menggunakan alat berat. Itu yang membuat saya curiga, jangan sampai ini merupakan kawasan hutan lindung,” ujarnya yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Pantauan media ini di lokasi menunjukkan adanya aktivitas pembabatan pohon di sekitar kawasan hutan Tanete Pao. Selain itu, terlihat pula tumpukan kayu dalam jumlah cukup banyak yang diduga berasal dari hasil penebangan.

Sejumlah warga menduga aktivitas pembalakan hutan tersebut melibatkan pihak-pihak tertentu. Bahkan, beredar dugaan adanya oknum pengusaha kayu yang membekingi aktivitas tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah setempat maupun instansi terkait, termasuk Dinas Kehutanan, mengenai dugaan aktivitas pembalakan hutan di wilayah Kecamatan Tapalang Barat.

Media ini masih berupaya mengonfirmasi
Kepada pihak-pihak terkait tapi belum memberikanketerangan resmi.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *