MajeneSulbar

Sukses Gelar Pelatihan Kewirausahaan, Mahasiswa KKN Desa Lombong Mendapat Antusias Baik Dari Masyarakat

251
×

Sukses Gelar Pelatihan Kewirausahaan, Mahasiswa KKN Desa Lombong Mendapat Antusias Baik Dari Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Majene, RelasiPublik.id–Mahasiswa KKN  Universitas Muhammadiyah Mamuju Desa Lombong, kecamatan malunda, kabupaten Majene, berhasil menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan dengan tema “Pengelolaan Hasil Tangkap Nelayan dan Mendorong Ekonomi Kreatif Berbasis Go Green” di Desa Lombong. Acara ini mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat desa, khususnya para nelayan dan pelaku usaha kecil, Selasa (27/8/2024).

Pelatihan ini  berfokus pada pengelolaan hasil tangkapan nelayan agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi serta berkelanjutan. Salah satu produk unggulan yang diperkenalkan dalam pelatihan ini adalah pengolahan ikan tuna menjadi “tuna rol,” sebuah inovasi produk makanan yang diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dari hasil tangkapan nelayan.

Tuna rol, yang dibuat dari daging tuna yang diolah dengan bumbu khas dan digulung menjadi bentuk yang praktis dan menarik, diharapkan dapat menjadi produk andalan desa. Produk ini tidak hanya memiliki daya tarik di pasar lokal tetapi juga berpotensi untuk dipasarkan lebih luas, bahkan hingga ke pasar modern. Para peserta pelatihan diajarkan langkah-langkah pengolahan yang higienis, pengemasan yang menarik, serta strategi pemasaran yang efektif.

Koordinator Desa Muhammad iksan menyatakan kepuasannya melihat respon positif dari warga desa.

“Kami berharap kegiatan yang kami lakukan dapat terus diterapkan oleh warga, sehingga tidak hanya meningkatkan perekonomian desa, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Ibu Salma yang merupakan masyarakat desa lombong yang berprofesi sebagai nelayan mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pelatihan ini.

“Kami jadi tahu cara mengolah tuna menjadi produk yang berbeda dan lebih bernilai jual, seperti tuna rol ini. Selain itu, kami juga diajari cara mengemas dan memasarkannya dengan baik,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Selain pengelolaan hasil tangkapan, pelatihan ini juga menekankan pentingnya ekonomi kreatif berbasis go green. Para peserta didorong untuk memanfaatkan bahan-bahan alami dan limbah yang ada di sekitar mereka untuk menciptakan produk-produk kreatif yang ramah lingkungan.

(Hl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *